Sukses Membangun Bisnis Busana Muslim

Memulai bisnisnya di usia yang cukup matang, Elidawati (54) tak ingin terlena. Dengan tekad membesarkan bisnis hijabnya dalam waktu cepat, ia menciptakan berbagai strategi agar bisnis bisa ‘lari’, sekaligus tak kalah saing dengan anak-anak muda kreatif yang menjadi ‘pesaing’ bisnisnya. Untuk tetap eksis, ia menerapkan formula baru dalam hal e-commerce sekaligus merangkul start-up dari kalangan milenial.

Sukses Membangun Bisnis Busana Muslim

Sudah Tiga Dekade Bisnis Busana Muslim
Ruko dua lantai di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu memiliki halaman yang cukup luas untuk parkir mobil para tamu. Letaknya memang di sebuah kompleks perumahan, tapi posisinya tak jauh dari jalan raya. Bahkan, dari depan bangunan toko, kita bisa melihat langsung tol Becakayu yang baru saja diresmikan. Di sinilah berdiri satu dari 200 outlet elzatta Hijab yang tersebar di seluruh Indonesia. Memasuki bagian dalam toko, jajaran jilbab aneka warna terpampang rapi menghias kanan kiri dinding toko. Di sisi kiri pintu masuk, ada tangga menuju lantai dua. Dari sini, femina diajak menyusuri lorong menuju sisi kanan toko, yang ternyata sebuah kafe. Ruangannya mungil, tapi cukup nyaman untuk sekadar duduk dan menikmati kopi dengan roti atau donat yang menjadi andalan el n bread, lini bisnis kuliner miliki elcorps, perusahaan yang kini membawahi lima lini bisnis ini.

Elidawati, pemilik elzatta Hijab, mengaku ingin menjadikan butik elzatta Hijab tak hanya tempat belanja jilbab dan baju muslim. Ia pun menghadirkan konsep one stop shopping dengan tagline ‘belanja hijab, makan halal’. “Konsep ini akan kami terapkan di outlet lainnya di seluruh Indonesia. Sekarang ini baru ada beberapa saja,” katanya. Bagi Elidawati, dunia fashion hijab seperti anak yang ia besarkan sejak kecil. Hampir dua dekade berkarir sebagai profesional pada salah satu brand busana muslim di Indonesia, wanita kelahiran Sumatra Barat ini sudah makan asam garam. “Istilahnya, saya mulai masuk saat busana muslim tidak dilirik orang, lalu banyak dicari hanya saat Lebaran, hingga saat ini ketika brand busana muslim sudah sangat banyak,” kata wanita yang masuk ke fashion muslim pada tahun 1990, karena membantu usaha busana muslim seorang teman di Bandung yang ingin membuka cabang di Jakarta.

Tahun ‘90-an busana muslim memang belum banyak dikenal. Alasannya politik, ada aturan yang tidak mengizinkan wanita mengenakan hijab, terutama untuk anak sekolah dan pegawai negeri. Ruang gerak wanita berhijab pun terbatas. Kondisi tersebut perlahan-lahan berubah seiring dengan perubahan arah kebijakan politik di akhir era Orde Baru. Mulai banyak wanita muslim yang memilih berhijab. Akibatnya, industri busana muslim bergerak pesat. “Tahun 1996 mulai bergerak.

Lalu berkembang pesat setelah tahun 2000-an, dan booming sekitar tahun 2010,” katanya. Ketika bisnis busana muslim sedang booming, sekitar tahun 2011, ia pensiun dari perusahaan. Titik balik yang justru membawanya menjalankan bisnis sendiri, dengan melahirkan merek elzatta yang merupakan gabungan dari namanya (El) dan putri bungsunya (Zatta). Saat menjalankan elzatta, usianya sudah kepala empat. Ia pun merasa harus ‘berlari’ agar elzatta cepat merebut hati konsumen. Padahal, saat itu brand busana muslim di kelas menengah sudah puluhan jumlahnya. Tapi, ia cukup percaya diri karena memiliki pengalaman puluhan tahun di industri ini. Sarjana Sejarah dari Universitas Padjajaran, Bandung, ini mulai membuat positioning dan diferensiasi dengan melahirkan konsep ‘wajah baru elzatta’. Ia juga menambahkan kata Hijab di belakangan elzatta. “Setelah mencari di internet kata hijab ini dipahami di seluruh dunia.

Sebenarnya arti hijab adalah pembatas, bukan hanya menutup kepala,” ungkapnya. Sukses pertama ia raih berkat keberaniannya mengeluarkan bergo dan scarf motif print, saat semua orang mengeluarkan jilbab polos dan payet. “Ternyata booming,” katanya. Inovasi awal ini bukan tanpa perhitungan, karena berdasarkan pengalaman, ia melihat ada kebosanan orang pada produk jilbab yang ada di pasaran. Selain itu, ia juga melihat belum banyak brand yang kuat di penutup kepala. Padahal menurutnya, wanita senang mengoleksi kerudung. “Pengalaman saya, ada pelanggan yang datang seminggu sekali hanya untuk membeli kerudung,” katanya. S carf produk andalan elzatta mudah diproduksi, walaupun hingga saat ini kualitas scarf terbaik masih berasal dari luar negeri seperti Turki. Untuk memperluas dan memperbanyak jumlah outlet elzatta dalam waktu singkat, ia menerapkan strategi jaringan yang mirip dengan sistem waralaba. “Alhamdulillah… strategi yang dipakai berhasil. Sekarang ini 50 persen toko kami berupa jaringan. Kuncinya adalah menerapkan SOP yang sama di tiap cabang,” kata Elidawati, yang rutin melakukan gathering dengan mitra usahanya untuk sharing bagaimana mengelola toko.

Pertamina Mencari Utang untuk Proyek Listrik

Hingga kini, PT Pertamina masih berupaya mencari dana untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 berkapasitas 1.760 Megawatt (MW). Di proyek ini, setidaknya, Pertamina membutuhkan pinjaman 80% dari nilai investasi US$ 1,8 miliar.

Proyek pembangkit itu akan dibangun di Cilamaya, Jawa Barat, dekat dengan wilayah operasi Blok ONWJ. Untuk memuluskan proyek PLTGU Jawa-1, kabar yang sampai ke KONTAN, Pertamina menggadaikan Blok Offshore North West Java (Blok ONWJ) kepada kreditur.

Blok kelolaan PT Pertamina ONWJ dan BUMD Jabar yang baru saja diperpanjang 20 tahun ke depan ini bakal dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman bank internasional. Bank internasional meminta jaminan aset kepada konsorsium PLTGU Jawa-1, yakni Pertamina-Marubeni-Sojitz agar utang bisa mengucur ke konsorisum.

baca juga : http://nyborglab.com/pilih-genset-terbaik-dan-murah-sesuai-kebutuhan/

Sejatinya, Pertamina baru saja mendapatkan persetujuan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk melepas sebagian saham di blok-blok migas dan proyek kilang migas, terutama RDMP Cilacap dan Balikpapan. Persetujuan Menteri BUMN disebut-sebut menjadi dasar Pertamina untuk menjaminkan aset demi memperoleh pendanaan untuk sejumlah proyek Pertamina.

Namun Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman langsung membantah informasi tersebut. Pertamina tak menjaminkan aset Blok ONWJ demi mendapatkan pinjaman untuk proyek PLTGU Jawa I. “Tidak benar,” tegas Arief ke KONTAN,Kamis (19/7). Hanya saja, menurut Arief, Pertamina bersama konsorsium proyek PLTGU Jawa-1 masih memfinalisasi proses pinjaman agar bisa membiayai proyek pembangkit listrik tersebut.

Dia berharap proses pencarian pinjaman selesai sebelum target financial close yang ditetapkan PLN. “Masih finalisasi, kami harap bisa close sesuai komitmen ke PLN,” kata Arief. PLN menargetkan financial close selesai pada September 2018. Pertamina sempat memajukan target tersebut menjadi Juli 2018. Namun hingga kini Pertamina belum juga menyelesaikan financial close proyek PLTGU Jawa-1.

Ginanjar, Direktur Utama PT Jawa Satu Power, mengatakan sejauh ini konsorsium Pertamina terus melakukan pembicaraan secara insentif dengan lender agar financial close bisa selesai setidaknya sesuai dengan target yang ditetapkan PLN.

“Target sesuai ketentuan PLN pada bulan September, saat itu kami usahakan supaya mendapatkan bulan Juli. Tapi yang penting progresnya bagus, lenders juga sangat supportive terhadap proyek ini,” imbuh dia kepada KONTAN, Minggu (22/7).

Konsorsium Pertamina, Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation telah melakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN untuk proyek PLTGU Jawa-1 pada Selasa (31/1) awal tahun ini di Jakarta.

PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1.760 Mega Watt dengan nilai investasi sebesar 1,8 miliar USD. PLTGU Jawa-1 adalah pembangkit listrik yang menjadi basis gas yang pertama di Asia. Dengan integrasi dari PLTGU Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).

PLTGU ini akan berdiri di Cilamaya, Jawa Barat. Dengan kapasitas sebesar 1.760 Mega Watt, PLTGU Jawa-1 menjadi sebuah pembangkit tenaga listrik dengan berbahan bakar gas yang terbesar di Asia Tenggara.

Jaga Iklim Investasi PLTP, ESDM Merilis Dua Aturan

Kementerian ESDM menetapkan dua aturan menteri untuk mendukung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Keduanya adalah Permen No 33/2018 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data dan Informasi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung dan Permen No 37/2018 tentang Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi, Pemberian Izin Panas Bumi dan Penugasan Pengusahaan Panas Bumi.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana bilang, pengembangan panas bumi sangat memerlukan dukungan pemerintah, khususnya dalam menyederhanakan dan mempermudah proses bisnis agar iklim investasi semakin kondusif.

Permen ESDM 33/2018 adalah amanat Pasal 25, 33 dan 112 PP 7/2017 yang dimaksudkan memberikan kemudahan dan kepastian kepada stakeholder dalam memanfaatkan data dan informasi panas bumi secara transparan. “Datanya free, silakan saja dipakai. Toh tidak ada yang dirugikan juga,” ungkap Rida, dalam pernyataan resmi di situs Kementerian ESDM, akhir pekan lalu.

Sedangkan Permen ESDM 37/2018 merupakan amanat Pasal 67 dan 68 dari PP 7/2017 yang merupakan usaha memberikan pedoman dan landasan hukum yang jelas kepada para stakeholder terkait tata cara dan mekanisme penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi dengan cara lelang, pemberian Izin Panas Bumi, serta penugasan pengusahaan panas bumi kepada BLU/BUMN serta kriteria WKP yang dapat diberikan penugasan.

Daftar Perusahaan Industri Manufaktur Terbesar Di Indonesia

Manufaktur merupakan salah satu cabang industri yang diolah dengan menggunakan peralatan mesin dan tenaga kerja serta mengubah bahan mentah menjadi suatu barang yang jumlahnya besar lalu dijual dengan skala yang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk daftar perusahaan industri manufaktur terbesar di indonesia sangatlah banyak baik dari BUMN sendiri maupun swasta. Industri manufaktur bisa dikatakan dengan pabrik namun tidak semunya disebut dengan industri manufaktur. Hal ini perlu untuk bisa membedakan mana industri manufaktur dan mana yang tidak.

Daftar Perusahaan Industri Manufaktur Terbesar Di Indonesia

Berikut ada beberapa daftar perusahaan industri manufkatur terbesar di indonesia baik BUMN maupun swasta. Industri pertanian ini langsung dinaungi oleh pihak BKPM, diantaranya adalah:

Pertama industri rokok, antara lain PT gudang garam tbk, PT djarum tbk, PT wismilak inti makmur tbk dan PT bentoel internasional tbk.

Kedua industri sandal dan sepatu, antara lain: PT primarindo asia infrastucrture tbk dan PT sepatu bata tbk.

Ketiga, industri elektronik antara lain: PT maspion, PT Sony, PT Panasonic, PT Toshiba dan masih banyak yang lainnya.

Keempat, industri makanan dan minuman antara lain: PT indofood sukses makmur tbk, PT Siantar top tbk, PT Multi bintang indonesia Tbk, PT Delta djakarta tbk, PT Nippon indosari corporindo tbk dan masih banyak yang lainnya.

Kelima, industri kimia antara lain: PT indo acitama tbk, PT unggul indah cahaya tbk, PT intan wijaya internasional tbk dan masih banyak yang lain.

Keenam, industri farmasi antara lain: PT Kimia farma tbk, PT indofarma tbk, PT kalbe farma tbk, PT tempo scan pasific tbk, PT merck tbk dan masih banyak yang lainnya.

Ketujuh, industri otomotif antara lain: PT Nipress tbk, PT Astra, PT Suzuki, PT Nisaan, PT hino dan masih banyak yang lainnya.

Kedelapan, industri kosmetik antara lain: PT unilever indonesia tbk, PT martina berto tbk, PT mustika ratu tbk.

Kesembilan, industri semen antara lain: PT semen indonesia tbk, PT holcim indonesia tbk, PT semen baturaja tbk dan PT indocement tunggal perkasa tbk.

Kesepuluh, industri kertas dan pulp antara lain: PT suparna tbk, PT Alkino naratama tbk, PT fajar surya wasesa tbk dan masih banyak yang lainnya.

Skybridge Bakal Tersambung ke Stasiun

Pembangunan jalan layang yang diperuntukan pejalan kaki dan pelapak akhirnya akan terintegrasi dengan Stasiun Tanah Abang. “Ya nanti terintegrasi dengan stasiun,” kata Slamet Riyanto, Manajer Unit Perencanaan PT Pembangunan Sarana Jaya, saat dihubungi Tempo, kemarin.

Slamet menyebutkan Sarana Jaya telah berkomunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia guna membahas integrasi skybridge dengan Stasiun Tanah Abang. Pertemuan kedua perusahaan pelat merah itu berlangsung sekitar tiga pekan yang lalu.

Rapat itu juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Hasilnya, menurut Slamet, PT KAI setuju dengan rencana integrasi. Sebelumnya, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana JayaYoory C. Pinontoan mengungkapkan bahwa desain skybridge tak bersinggungan langsung dengan lahan milik PT KAI.

Yoory mengatakan hal itu sewaktu memaparkan desain skybridge di kantornya pada Juni lalu. Sarana Jaya berencana membangun skybridge sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter. Jembatan di atas Jalan Jatibaru Raya itu akan menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Blok F Pasar Tanah Abang.

Dari desain yang dipaparkan Yorry kala itu, skybridge belum terlihat tersambung ke Stasiun Tanah Abang. Untuk bisa mengakses skybridge, penumpang kereta mesti keluar dulu dari stasiun, lalu masuk melalui ramp dekat pintu keluar stasiun di bawah flyover Jatibaru dan di sekitar Blok G Pasar Tanah Abang.

Menurut Slamet, pembangunan skybridge yang terintegrasi dengan stasiun akan dimulai pada Agustus mendatang.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Oktober tahun ini. “Insya Allah rampung,” ujarnya. Sarana Jaya telah membuka lelang proyek skybridge senilai Rp 35,1 miliar sejak Juni lalu.

Dalam situs lpse. saranajaya.co.id, terpampang 12 perusahaan yang mengikuti lelang pengerjaan proyek. Di antaranya PT Yodya Karya, PT Amarta Karya, dan CV Pelita Putra Utama.

Pemenang lelang, menurut Slamet, akan diumumkan hari ini. Menurut situs yang sama, PT Bina Karya Persero merupakan perusahaan dengan skor tertinggi di antara lima perusahaan yang ikut dalam lelang pengawas pembangunan. Nilai paket lelang konsultan pengawas proyek itu sekitar Rp 900 juta.

Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Agus Komarudin menyatakan PT KAI setuju dengan rencana integrasi stasiun dengan skybridge. Menurut dia, dengan adanya integrasi, arus pergerakan penumpang kereta akan lebih teratur.

Setelah skybridge rampung, Agus menyebutkan, penumpang kereta yang ingin berbelanja bisa langsung menuju pasar Blok G atau F melalui skybridge tanpa mesti tumpah ke jalan.“Ya untuk pengaturan penumpang memang perlu,” tuturnya. Meski begitu, Agus belum bisa menerangkan rencana detail integrasi skybridge dengan stasiun itu.

“Informasi detailnya belum ada” ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengatakan KAI sudah selayaknya setuju dengan rencana integrasi itu. PT KAI bakal diuntungkan lantaran pergerakan penumpang KAI akan lebih teratur.

Adapun pelapak yang sekarang berjualan di Jalan Jatibaru Raya, menurut Andri, akan dipindahkan ke skybridge. Dengan begitu, jalan kendaraan umum yang ditutup Gubernur DKI Anies Baswedan pada Desember tahun lalu itu bisa dibuka lagi.

“Jadi biar sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Andri. O Pedagang kaki lima di depan stasiun Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 7 Juni lalu.

Israel Sahkan Aturan Pemisahan Yahudi dan Arab

Parlemen Israel mengesahkan RUU (rancangan undang-undang) segregasi dengan kata lain pemisahan kelompok etnis Arab dan Yahudi. Seperti dilansir Reuters, undang-undang tersebut menyatakan bahwa hanya orang Yahudi yang berhak menentukan nasib sendiri di negara itu.

Undang-undang dengan sebutan Jewish NationState itu didukung pemerintah sayap kanan.Undang-undang tersebut lolos dengan dukungan 62 dari 120 anggota parlemen dan dua anggota menyatakan abstain. Sebelum pengesahan, terjadi perdebatan politik selama berbulan-bulan.

“Ini adalah momen yang menentukan dalam sejarah Zionisme dan sejarah negara Israel,” ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di depan Knesset setelah pemungutan suara, kemarin.

Dia mengatakan tetap memastikan hak-hak sipil dalam demokrasi Israel. “Tapi mayoritas punya hak dan mayoritas yang memutuskan.” Kelompok etnis Arab Israel berjumlah 1,8 juta atau 20 persen dari 9 juta penduduk.

Meski memiliki hak yang sama secara hukum, kelompok etnis ini mengeluh karena selalu diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Mereka mengalami diskriminasi yang buruk, seperti dalam layanan pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Undang-undang ini juga melucuti bahasa Arab sebagai bahasa resmi bersama bahasa Ibrani. Akibatnya, timbul “status khusus” yang memungkinkan penggunaan berkelanjutan di lembaga-lembaga Israel.

Undang-undang itu juga bakal memperdalam rasa keterasingan bagi minoritas warga Arab Israel. Anggota parlemen Arab, Ahmed Tibi, mengatakan bahwa pengesahan RUU itu melambangkan “kematian demokrasi”. “Saya mengumumkan dengan syok dan duka atas kematian demokrasi,” ucap dia.

Bagi warga di Ma’alotTarshiha, kota di Israel utara yang berdampingan antara kelompok etnis Yahudi di Ma’alot dan kelompok etnis Arab di Tarshiha, undangundang itu menimbulkan kemarahan bukan hanya di kalangan warga Arab. “Ini undang-undang rasis oleh pemerintah sayap kanan radikal yang menciptakan hukum radikal.

Ini menanam benih untuk menciptakan negara apartheid,” kata Bassam Bisharah, 71 tahun, seorang dokter. Ayman Odeh, Ketua Gabungan Etnis Arab, mengeluarkan bendera hitam dan melambaikannya selama pidatonya di depan parlemen.

Dia memperingatkan adanya implikasi hukum atas pengesahan rancangan undang-undang tersebut. “Ini hukum yang jahat. Saya harus memberi tahu anak-anak saya, bersama semua anak Arab Palestina, bahwa negara tidak menginginkan kami di sini,” ujar Odeh.

Benny Begin, putra mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin—pendiri Partai Likud, partai pendukung Netanyahu— menyatakan abstain dari pemungutan suara. Dia memperingatkan partai bahwa pengesahan RUU ini akan memutus hak asasi manusia. “Ini bukan keputusan yang saya harapkan dari kepemimpinan Likud,” katanya.