Indonesia Bisa Menjadi Importir Kopi

Kenaikan konsumsi kopi, ternyata tidak diikuti dengan kenaikan produksi di dalam negeri. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan produksi kopi hanya sekitar 0,3% per tahun, sementara konsumsi kopi tercatat melesat rata-rata 8,8% per tahun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa dalam dua sampai tiga tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi negara importir kopi. Kekhawatiran itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Gathering dan Rountable Discussion terkait komoditas kopi, Rabu (8/8). “Kondisi ini harus segera diantisipasi supaya kita tidak menjadi importir kopi,” ujarnya. Untuk itu, Darmin mendesak pihak swasta, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor pertanian, untuk turut terlibat dalam mengembangkan kopi nasional. Selain karena bisnis kopi menjanjikan, keterlibatan swasta juga akan bisa meningkatkan produksi maupun kualitas kopi. Baik itu dalam menyediakan bibit unggul maupun dalam menjalankan good agricultural practice (GAP). “Pemerintah juga akan terus memberikan bantuan untuk petani tapi peran swasta juga penting,” katanya. Berdasarkan data pemerintah, Darmin bilang, total luas perkebunan kopi saat ini 1,25 juta hektare (ha). Lahan kopi robusta seluas 0,91 juta ha atau sekitar 73% dari total lahan dan luas lahan kopi Arabika sekitar 0,34 juta ha atau sekitar 27%. “Sebagian besar lahan ini masih dikelola oleh petani,” tuturnya. Walau begitu, luas lahan kopi petani per keluarga, relatif kecil yakni sekitar 0,71 ha per keluarga untuk robusta dan 0,58 ha per keluarga untuk arabika. Padahal, idealnya luas lahan petani sekitar 2,7 ha per keluarga untuk robusta dan 1,44 ha per keluarga untuk kopi arabika. Selain lahan yang kecil, Darmin bilang, rata-rata produktivitas kopi petani juga rendah. Misalnya, produktivitas kopi robusta sekitar 0,53 ton per ha dari potensi 2 ton per ha. Demikian juga produktivitas kopi arabika hanya sekitar 0,55 ton per ha dari potensi 1,5 ton per ha. “Sempitnya lahan dan rendahnya produktivitas menyebabkan kemampuan modal finansial petani untuk memperluas kebun kopi dan melakukan intensifi – kasi serta peremajaan kebun sangat terbatas,” ucapnya.

baca juga : http://nyborglab.com/ide-rak-sepatu-untuk-sebuah-hunian-minimalis/

Libatkan seluruh pihak Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) juga mengaku terus berupaya meningkatkan produksi kopi dalam negeri. Untuk itu AEKI terus mendorong seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholder) ikut meningkatkan produksi kopi nasional. “Masalahnya, ada stakeholder yang hanya mau mengambil produk saja, tapi tidak mau terlibat dalam meningkatkan produksi,” kata Pranoto Soenarto, Wakil Ketua AEKI. Padahal, keterlibatan seluruh pihak harus ada dalam meningkatkan produksi, memberikan bibit unggul, melatih petani cara bertanam yang baik, serta meningkatkan kualitas kopi. AEKI mengklaim, dengan segala upaya tersebut, maka diproyeksikan produksi kopi tahun ini bisa meningkat 15,7% menjadi 660.000 ton dari tahun 2017 yang sebesar 570.000 ton, Kenaikan produksi didukung oleh cuaca yang baik. Terlebih lagi ada sejumlah wilayah penghasil kopi, seperti Bengkulu, mengalami peningkatan produktivitas kebun kopi menjadi mencapai 2 ton per ha. “Produksinya bagus karena cuaca. Ini di luar perkiraan saya,” imbuhnya. Pranoto menargetkan ekspor kopi tahun ini bakal naik 6,3% menjadi 500.000 ton dari 2017 sebesar 470.000 ton. Syaratnya, harganya sesuai. Di perdagangan bursa ICE Futures US Soft harga kopi turun tipis 0,91% menjadi US$ 1,08% per busel dari sebelumnya US$ 1,09 per busel

Bertaruh di Ritel & Kredit Korporasi

Kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tumbuh positif di sepanjang semester I-2018. Meski kondisi pasar keuangan sedang tertekan karena tren kenaikan suku bunga, analis yakin kinerja bank pelat merah ini masih bisa menanjak. Berdasarkan laporan keuangan di paruh pertama 2018, pendapatan BBNI tumbuh 12,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 26 triliun.

Sementara laba bersih juga tecatat naik 15,95% jadi 7,44 triliun. Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, mengatakan, BBNI berha- sil mencatatkan kinerja positif karena secara umum bank besar yang tergolong BUKU IV juga membukukan pertumbuhan yang sama. Selain itu, kinerja BBNI tumbuh karena rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) bank ini membaik, sehingga tidak banyak menggerus besaran provisi dalam laporan laba rugi mereka. Memang, demi menjaga agar status utang debitur tidak jatuh ke kategori NPL, BBNI melakukan pengawasan ketat dan menagih secara intensif.

Upaya yang lain, BBNI juga melakukan restrukturisasi terhadap debitur yang mengalami kesulitan keuangan, tetapi masih prospektif bisa membayar utangnya. Di balik kinerja BBNI yang masih sehat, tantangan berupa tren kenaikan suku bunga bisa mengoreksi margin bunga bersih alias net interest margin (NIM). Bahkan, perseroan ini memprediksi hingga akhir 2018 akan ada koreksi NIM sekitar 10 basis poin (bps). Penurunan NIM antara lain disebabkan oleh kenaikan suku bunga kredit. Alfred mengatakan, persa- ingan pada bank BUKU IV dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) juga bakal makin ketat di tengah tren kenaikan suku bunga. Meski begitu, bank-bank yang masuk kategori BUKU IV, termasuk BBNI, memiliki segmen konsumennya sendiri, yang cukup kuat mendatangkan DPK. Oleh karena itu, meski memang akan terjadi penurunan NIM karena pengaruh kenaikan suku bunga simpanan, Alfred mengatakan penurunan NIM tidak akan terjadi pada BBNI saja, melainkan juga pada bank besar lainnya.

Segmen konsumen
Alfred mengamati, BBNI memiliki segmen konsumen kuat di ritel dan kredit korporasi. “Kualitas segmen baik ada di sektor infrastruktur dan konsumer,” kata Alfred, Selasa (25/9). Isfhan Helmy, Analis OCBC Sekuritas, dalam risetnya, mencatat, di kuartal dua lalu, BBNI sukses menjaga pertumbuhan kredit tumbuh sekitar 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Perolehan positif tersebut didukung kuatnya pertumbuhan di sektor konsumer dan UKM, yang masing-masing tumbuh 13% dan 11%. Selain NIM yang berpotensi turun, tantangan terbesar bagi BBNI selanjutnya adalah pertumbuhan kredit yang diprediksi melambat. Ini terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, Indonesia sedang menyongsong Pemilu 2019.

“Tantangan terbesar bukan dari ketakutan pasar akan adanya kenaikan suku bunga kredit, tetapi lebih pada ketidakpastian ke depan, sehingga konsumen perbankan tidak agresif menarik pinjaman,” kata Alfred. Namun, dengan segmen konsumen yang kuat, Alfred memperkirakan, meski terjadi BBNI mengalami penurunan NIM, emiten ini tetap bisa mencetak pertumbuhan laba bersih. Selain itu, faktor konsumen bank yang cenderung wait and see jelang Pemilu hanya akan terjadi dalam jangka pendek. Alfred juga menilai fundamental BBNI masih positif. “Pertumbuhan di semester satu relatif baik dan di atas rata-rata bank BUKU IV, pertumbuhan organik yang dihasilkan dari masing-masing debitur, baik ritel maupun korporasi, akan mendorong kinerja BBNI,” tutur dia.

Senada, Rahmi Marina, Analis Maybank Kim Eng, mengatakan, volatilitas nilai tukar rupiah yang tinggi serta momen tahun politik di 2019 diperkirakan bisa membuat permintaan kredit melambat untuk jangka pendek. Rahmi mengatakan, sumber utama permintaan kredit BBNI masih datang dari segmen korporasi, yang membentuk 52% dari portofolio kredit bank ini. “BBNI harus fokus pada bisnis inti di segmen korporasi dan menjaga NPL di bawah 2,3% di akhir tahun nanti,” kata Rahmi dalam riset per 20 September. Hingga akhir tahun, Alfred memperkirakan pendapatan BBNI bisa tumbuh menjadi Rp 54 triliun, dengan laba ber- sih tumbuh menjadi Rp 15 triliun. Alfred merekomendasikan beli BBNI dengan target harga Rp 9.450 per saham. Rahmi juga merekomendasikan beli BBNI dengan target harga Rp 8.250 per saham. Sementara Franky Rivan, Analis Kresna Securities, memberi rekomendasi hold BBNI, dengan target harga Rp 8.325 per saham.

Kebutuhan Tambahan Penting Untuk Manusia

Kebutuhan pokok manusia pada dasarnya terdiri dari tiga hal yakni sandang (pakaian), papan (rumah), dan pangan (makanan). Seiring berjalannya waktu, jika manusia hidup hanya dengan tiga komponen itu saja tanpa memperhatikan hal tambahan lain pasti akan ketinggalan zaman. Maka dari itu penuhilah kebutuhan tambahan penting yang akan membuat kehidupan Anda menjadi lebih baik.

Kebutuhan Tambahan Penting Untuk Manusia

5 Kebutuhan Tambahan Penting Manusia

Listrik

Meskipun seseorang memiliki rumah tetapi jika tidak didukung dengan listrik, maka tetap saja rumah tersebut akan terlihat seperti tidak memiliki kehidupan. Bagaimana mungkin segala peralatan elektronik dapat beroperasi dengan baik tanpanya? Listrik bisa diperoleh dari pasang sambungan PLN. Bisa juga melalui diesel. Jual genset 30 kva Surabaya, Jogja, Jakarta, Medan, dan kota lain kini telah umum.

Jika keadaan memburuk karena bencana atau pemadaman dalam jangka waktu lama maka sumber energi seperti genset dan diesel menjadi begitu penting. Bagi kebutuhan rumah tangga, kini mudah ditemukan terlebih lagi harga jual genset yanmar tidak begitu mahal.

Alat Komunikasi

Pada zaman dahulu, alat komunikasi yang paling umum hanyalah kentongan, fungsinya pun hanya untuk mengumpulkan warga dan jaraknya terbatas. Kini dengan kehadiran teknologi canggih jarak bukan lagi menjadi batas. Telepon atau pnsel kini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang wajib untuk dimiliki. Tanpanya, informasi dari dunia luar akan terasa lebih sulit untuk diakses.

Kendaraan

Untuk bisa berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain, dahulu hanya ditempuh dengan berjalan kaki, sedikit maju hadir kendaraan tradisional seperti andong, dan becak. Kemudian mulai hadir sepeda, motor, dan untuk kebutuhan perpindahan secara berkelompok kini telah hadir kendaraan beroda empat (mobil dan bus).

Bayangkan jika kendaraan tersebut tidak ada? Lantas bagaimana manusia bisa berpindah tempat dengan jarak yang jauh? Hidup hanya akan habis di perjalanan. Jadi, transportasi menjadi sangat penting di zaman ini dan tak dapat di elakkan lagi.

Sarana Pendidikan

Dapat hidup, makan, dan tinggal di dalam rumah tidak cukup untuk bisa mendapatkan kehidupan yang makmur dan sejahtera. Manusia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Bekerja pun tak hanya sebatas mengandalkan otot, tapi juga pikiran, otak, dan pengetahuan. Di sinilah pentingnya peran pendidikan.

Maka dari itu sekolah ada. Tak hanya sebatas agar bisa menulis, membaca, dan berhitung namun juga bertahan hidup di tengah perubahan zaman yang semakin banyak memberi tuntutan. Sarana pendidikan yang dimaksud mencakup sekolah, peralatan belajar mengajar, dan penunjang lainnya.

Sarana Kesehatan

Percaya atau tidak, perkembangan modernitas zaman ini juga dibarengi dengan berkembanganya banyak permasalahan kesehatan. Penyakit dan syndrome baru yang timbul membuat sarana kesehatan harus cukup untuk menjaga keseimbangan. Sarana kesehatan tersebut meliputi rumah sakit, puskesmas, apotik, obat – obatan, teknologi dan alat kesehatan terbaru, serta hal lain sejenis yang turut menunjang.

BI : Rupiah Akan Terus Menguat

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ada potensi penguatan rupiah terus berlanjut. Penguatan nilai tukar rupiah diperkirakan terjadi seiring meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, nilai tukar rupiah akan cenderung stabil, bahkan menguat. Nilai tukar rupiah meneruskan penguatan pada perdagangan di pasar spot Jumat (21/9), yang ada di level Rp 14.810 per dollar AS.

Kurs rupiah menguat 0,2% dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya. Perry mengatakan, penguatan mata uang rupiah didorong tiga faktor. Pertama, risiko di pasar keuangan global yang mereda, baik terkait ketegangan perang dagang ASChina, maupun di pasar keuangan. Para investor global, termasuk fund manager besar melihat perang dagang tidak berdampak baik terhadap ekonomi AS.

“Sehingga mereka mulai berinvestasi ke emerging market,” ujarnya, Jumat (21/9). Hal itu tampak dari arus modal asing yang mulai masuk Indonesia, meski jumlahnya masih belum besar. “Semoga minggu depan kalau ada lelang surat berharga negara (SBN) ada arus in?ow ke SBN yang lebih besar. Sejauh ini yang masuk di pasar sekunder belum terlalu besar,” tambahnya. Kedua, optimisme investor domestik dan global terhadap langkah kebijakan BI dan pemerintah dalam menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) yang dinilai cukup kuat. Oleh karena itu, Indone- sia dipandang punya prospek baik, berbeda dengan negara emerging market lainnya. Ketiga, eksportir dan pemilik valas semakin banyak menjual valas ke pasar.

Sehingga suplai dollar di pasar bertambah, termasuk pengusaha di Jawa Timur yang menukarkan dollarnya. Perry pun mengajak pengusaha untuk semakin banyak menjual valas di pasar sehingga rupiah semakin stabil. “Tekanan global, kalau kita hadapi bersama, insya Allah akan semakin memperkuat stabilitas dan semakin akan memperkuat ekonomi ke depan,” tandas Perry Selain itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah terus berlanjut karena dipicu dua hal. Pertama, bank sentral negara maju seperti bank sentral Norwegia dan Bank Nasional Swiss mulai menaikkan suku bunga, serta bank sentral Australia dan Swedia yang memberikan sinyal menaikkan suku bunga.

Kedua, pulihnya risk appetite atau minat penempatan dana investor global ke instrumen finansial di emerging market yang sebelumnya dihempaskan karena dinilai berisiko tinggi sehingga menjadi terlalu undervalued. “Bahkan dengan kemungkinan naiknya suku bunga Fed Fund pada pertemuan komite kebijakan moneter The Fed (FOMC) pekan depan, kalangan analis mulai meragukan akan menjadi penopang penguatan dolar,” ujarnya.

Nilai Utang Pemerintah Bengkak Rp 110 Triliun

Nilai utang pemerintah terus membengkak. Hingga 31 Agustus 2018, tercatat nilai utang pemerintah sebesar Rp 4.363,19 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 110 triliun atau 2,59% dibandingkan dengan posisi bulan Juli yang sebesar Rp 4.253 triliun.

Sejak awal tahun 2018, pemerintah memang terus menarik utang. Tercatat sejak Januari 2018, penarikan utang mencapai sebesar Rp 425,19 triliun. Dengan begitu, “Rasio utang pemerintah per akhir Agustus 2018 menjadi 30,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Luky Al firman, Jumat (21/9). Rasio utang terhadap PDB yang mencapai 30,31%, naik dibandingkan akhir 2017 yang sebesar 29,2% dari PDB.

Namun, Luky mengatakan, posisi utang pemerintah dinilai masih aman. Pasalnya, persentase utang pemerintah masih di bawah 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana ketentuan UndangUndang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003. Dia merinci, utang pemerintah berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 815,05 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 6,25 triliun. Sementara nilai penerbitan surat berharga negara (SBN) denominasi rupiah sebesar Rp 2.499,44 triliun dan berdenominasi valuta asing Rp 1.042,46 triliun. Dengan begitu maka komposisi utang pemerintah secara keseluruhan terdiri pinjaman sebesar 18,82%, SBN denominasi rupiah 57,28%, dan SBN valas 23,89%. Komposisi utang ini, menurut Luky, sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperdalam pasar obligasi. Hal itu mengingat posisi Indonesia yang sudah naik kelas menjadi middle income country yang sudah tidak lagi mempoleh pinjaman lunak.

Bunga utang naik
Di tengah kenaikan utang, pemerintah hingga 31 Agustus 2018 juga telah merealisasikan pembayaran bunga utang sebesar Rp 163,5 triliun. Jumlah itu 68% dari pagu yang ditargetkan dalam APBN 2018. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemkeu Askolani mengatakan, realisasi pembayaran bunga utang naik 15,1% dibanding pada periode yang sama tahun 2017. “Bunga utang naik sejalan dengan perubahan suku bunga dan nilai tukar rupiah,” ujarnya. Sepanjang tahun ini, pemerintah berencana melakukan pembayaran bunga utang mencapai Rp 238,6 triliun. Target itu lebih tinggi dibanding dalam APBN 2017 yang sebesar Rp 219,2 triliun.

Ekonom Maybank Myrdal Gunarto mengatakan, peningkatan utang pemerintah menjadi peringatan bagi pengelolaan fiskal Indonesia. “Dampak pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga global membuat jumlah utang kita naik. Itulah mengapa pemerintah mulai memperlambat utang luar negerinya,” ucapnya. Meskipun demikian, ia mengakui, posisi utang saat ini masih aman.

Pendapatan Negara Juga Ikut Naik
KEMENTERIAN Keuangan (Kemkeu) mencatat pendapatan negara sampai dengan Agustus 2018 telah mencapai Rp 1.152,83 triliun. Jumlah itu sama dengan 60,84% target penerimaan negara 2018 yang sebesar Rp 1.894,7 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi pendapatan negara per Agustus tumbuh 18,4% dibandingkan periode sama 2017 yang sebesar Rp 973,4 triliun. “Sampai dengan Agustus 2018 posisi pendapatan negara sangat baik dan lebih baik dari 2017,” ujar Sri Mulyani dalam konfrensi pers tentang APBN, Jumat (21/9).

Penerimaan negara berasal dari tiga sektor, yakni perpajakan, bea dan cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta dana hibah. Penerimaan pajak dan bea cukai mencapai 56,09%, senilai Rp 907,54 triliun, dari target APBN 2018. Penerimaan ini tumbuh 16,5% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 778,7 triliun. Sedang PNBP sebesar Rp 240,29 triliun atau 87,24% dari target dan penerimaan dana hibah sebesar Rp 4,99 triliun.

Sukses Membangun Bisnis Busana Muslim

Memulai bisnisnya di usia yang cukup matang, Elidawati (54) tak ingin terlena. Dengan tekad membesarkan bisnis hijabnya dalam waktu cepat, ia menciptakan berbagai strategi agar bisnis bisa ‘lari’, sekaligus tak kalah saing dengan anak-anak muda kreatif yang menjadi ‘pesaing’ bisnisnya. Untuk tetap eksis, ia menerapkan formula baru dalam hal e-commerce sekaligus merangkul start-up dari kalangan milenial.

Sukses Membangun Bisnis Busana Muslim

Sudah Tiga Dekade Bisnis Busana Muslim
Ruko dua lantai di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu memiliki halaman yang cukup luas untuk parkir mobil para tamu. Letaknya memang di sebuah kompleks perumahan, tapi posisinya tak jauh dari jalan raya. Bahkan, dari depan bangunan toko, kita bisa melihat langsung tol Becakayu yang baru saja diresmikan. Di sinilah berdiri satu dari 200 outlet elzatta Hijab yang tersebar di seluruh Indonesia. Memasuki bagian dalam toko, jajaran jilbab aneka warna terpampang rapi menghias kanan kiri dinding toko. Di sisi kiri pintu masuk, ada tangga menuju lantai dua. Dari sini, femina diajak menyusuri lorong menuju sisi kanan toko, yang ternyata sebuah kafe. Ruangannya mungil, tapi cukup nyaman untuk sekadar duduk dan menikmati kopi dengan roti atau donat yang menjadi andalan el n bread, lini bisnis kuliner miliki elcorps, perusahaan yang kini membawahi lima lini bisnis ini.

Elidawati, pemilik elzatta Hijab, mengaku ingin menjadikan butik elzatta Hijab tak hanya tempat belanja jilbab dan baju muslim. Ia pun menghadirkan konsep one stop shopping dengan tagline ‘belanja hijab, makan halal’. “Konsep ini akan kami terapkan di outlet lainnya di seluruh Indonesia. Sekarang ini baru ada beberapa saja,” katanya. Bagi Elidawati, dunia fashion hijab seperti anak yang ia besarkan sejak kecil. Hampir dua dekade berkarir sebagai profesional pada salah satu brand busana muslim di Indonesia, wanita kelahiran Sumatra Barat ini sudah makan asam garam. “Istilahnya, saya mulai masuk saat busana muslim tidak dilirik orang, lalu banyak dicari hanya saat Lebaran, hingga saat ini ketika brand busana muslim sudah sangat banyak,” kata wanita yang masuk ke fashion muslim pada tahun 1990, karena membantu usaha busana muslim seorang teman di Bandung yang ingin membuka cabang di Jakarta.

Tahun ‘90-an busana muslim memang belum banyak dikenal. Alasannya politik, ada aturan yang tidak mengizinkan wanita mengenakan hijab, terutama untuk anak sekolah dan pegawai negeri. Ruang gerak wanita berhijab pun terbatas. Kondisi tersebut perlahan-lahan berubah seiring dengan perubahan arah kebijakan politik di akhir era Orde Baru. Mulai banyak wanita muslim yang memilih berhijab. Akibatnya, industri busana muslim bergerak pesat. “Tahun 1996 mulai bergerak.

Lalu berkembang pesat setelah tahun 2000-an, dan booming sekitar tahun 2010,” katanya. Ketika bisnis busana muslim sedang booming, sekitar tahun 2011, ia pensiun dari perusahaan. Titik balik yang justru membawanya menjalankan bisnis sendiri, dengan melahirkan merek elzatta yang merupakan gabungan dari namanya (El) dan putri bungsunya (Zatta). Saat menjalankan elzatta, usianya sudah kepala empat. Ia pun merasa harus ‘berlari’ agar elzatta cepat merebut hati konsumen. Padahal, saat itu brand busana muslim di kelas menengah sudah puluhan jumlahnya. Tapi, ia cukup percaya diri karena memiliki pengalaman puluhan tahun di industri ini. Sarjana Sejarah dari Universitas Padjajaran, Bandung, ini mulai membuat positioning dan diferensiasi dengan melahirkan konsep ‘wajah baru elzatta’. Ia juga menambahkan kata Hijab di belakangan elzatta. “Setelah mencari di internet kata hijab ini dipahami di seluruh dunia.

Sebenarnya arti hijab adalah pembatas, bukan hanya menutup kepala,” ungkapnya. Sukses pertama ia raih berkat keberaniannya mengeluarkan bergo dan scarf motif print, saat semua orang mengeluarkan jilbab polos dan payet. “Ternyata booming,” katanya. Inovasi awal ini bukan tanpa perhitungan, karena berdasarkan pengalaman, ia melihat ada kebosanan orang pada produk jilbab yang ada di pasaran. Selain itu, ia juga melihat belum banyak brand yang kuat di penutup kepala. Padahal menurutnya, wanita senang mengoleksi kerudung. “Pengalaman saya, ada pelanggan yang datang seminggu sekali hanya untuk membeli kerudung,” katanya. S carf produk andalan elzatta mudah diproduksi, walaupun hingga saat ini kualitas scarf terbaik masih berasal dari luar negeri seperti Turki. Untuk memperluas dan memperbanyak jumlah outlet elzatta dalam waktu singkat, ia menerapkan strategi jaringan yang mirip dengan sistem waralaba. “Alhamdulillah… strategi yang dipakai berhasil. Sekarang ini 50 persen toko kami berupa jaringan. Kuncinya adalah menerapkan SOP yang sama di tiap cabang,” kata Elidawati, yang rutin melakukan gathering dengan mitra usahanya untuk sharing bagaimana mengelola toko.

Pertamina Mencari Utang untuk Proyek Listrik

Hingga kini, PT Pertamina masih berupaya mencari dana untuk menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 berkapasitas 1.760 Megawatt (MW). Di proyek ini, setidaknya, Pertamina membutuhkan pinjaman 80% dari nilai investasi US$ 1,8 miliar.

Proyek pembangkit itu akan dibangun di Cilamaya, Jawa Barat, dekat dengan wilayah operasi Blok ONWJ. Untuk memuluskan proyek PLTGU Jawa-1, kabar yang sampai ke KONTAN, Pertamina menggadaikan Blok Offshore North West Java (Blok ONWJ) kepada kreditur.

Blok kelolaan PT Pertamina ONWJ dan BUMD Jabar yang baru saja diperpanjang 20 tahun ke depan ini bakal dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman bank internasional. Bank internasional meminta jaminan aset kepada konsorsium PLTGU Jawa-1, yakni Pertamina-Marubeni-Sojitz agar utang bisa mengucur ke konsorisum.

baca juga : http://nyborglab.com/pilih-genset-terbaik-dan-murah-sesuai-kebutuhan/

Sejatinya, Pertamina baru saja mendapatkan persetujuan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk melepas sebagian saham di blok-blok migas dan proyek kilang migas, terutama RDMP Cilacap dan Balikpapan. Persetujuan Menteri BUMN disebut-sebut menjadi dasar Pertamina untuk menjaminkan aset demi memperoleh pendanaan untuk sejumlah proyek Pertamina.

Namun Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman langsung membantah informasi tersebut. Pertamina tak menjaminkan aset Blok ONWJ demi mendapatkan pinjaman untuk proyek PLTGU Jawa I. “Tidak benar,” tegas Arief ke KONTAN,Kamis (19/7). Hanya saja, menurut Arief, Pertamina bersama konsorsium proyek PLTGU Jawa-1 masih memfinalisasi proses pinjaman agar bisa membiayai proyek pembangkit listrik tersebut.

Dia berharap proses pencarian pinjaman selesai sebelum target financial close yang ditetapkan PLN. “Masih finalisasi, kami harap bisa close sesuai komitmen ke PLN,” kata Arief. PLN menargetkan financial close selesai pada September 2018. Pertamina sempat memajukan target tersebut menjadi Juli 2018. Namun hingga kini Pertamina belum juga menyelesaikan financial close proyek PLTGU Jawa-1.

Ginanjar, Direktur Utama PT Jawa Satu Power, mengatakan sejauh ini konsorsium Pertamina terus melakukan pembicaraan secara insentif dengan lender agar financial close bisa selesai setidaknya sesuai dengan target yang ditetapkan PLN.

“Target sesuai ketentuan PLN pada bulan September, saat itu kami usahakan supaya mendapatkan bulan Juli. Tapi yang penting progresnya bagus, lenders juga sangat supportive terhadap proyek ini,” imbuh dia kepada KONTAN, Minggu (22/7).

Konsorsium Pertamina, Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation telah melakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN untuk proyek PLTGU Jawa-1 pada Selasa (31/1) awal tahun ini di Jakarta.

PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1.760 Mega Watt dengan nilai investasi sebesar 1,8 miliar USD. PLTGU Jawa-1 adalah pembangkit listrik yang menjadi basis gas yang pertama di Asia. Dengan integrasi dari PLTGU Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).

PLTGU ini akan berdiri di Cilamaya, Jawa Barat. Dengan kapasitas sebesar 1.760 Mega Watt, PLTGU Jawa-1 menjadi sebuah pembangkit tenaga listrik dengan berbahan bakar gas yang terbesar di Asia Tenggara.

Jaga Iklim Investasi PLTP, ESDM Merilis Dua Aturan

Kementerian ESDM menetapkan dua aturan menteri untuk mendukung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Keduanya adalah Permen No 33/2018 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data dan Informasi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung dan Permen No 37/2018 tentang Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi, Pemberian Izin Panas Bumi dan Penugasan Pengusahaan Panas Bumi.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana bilang, pengembangan panas bumi sangat memerlukan dukungan pemerintah, khususnya dalam menyederhanakan dan mempermudah proses bisnis agar iklim investasi semakin kondusif.

Permen ESDM 33/2018 adalah amanat Pasal 25, 33 dan 112 PP 7/2017 yang dimaksudkan memberikan kemudahan dan kepastian kepada stakeholder dalam memanfaatkan data dan informasi panas bumi secara transparan. “Datanya free, silakan saja dipakai. Toh tidak ada yang dirugikan juga,” ungkap Rida, dalam pernyataan resmi di situs Kementerian ESDM, akhir pekan lalu.

Sedangkan Permen ESDM 37/2018 merupakan amanat Pasal 67 dan 68 dari PP 7/2017 yang merupakan usaha memberikan pedoman dan landasan hukum yang jelas kepada para stakeholder terkait tata cara dan mekanisme penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi dengan cara lelang, pemberian Izin Panas Bumi, serta penugasan pengusahaan panas bumi kepada BLU/BUMN serta kriteria WKP yang dapat diberikan penugasan.

Daftar Perusahaan Industri Manufaktur Terbesar Di Indonesia

Manufaktur merupakan salah satu cabang industri yang diolah dengan menggunakan peralatan mesin dan tenaga kerja serta mengubah bahan mentah menjadi suatu barang yang jumlahnya besar lalu dijual dengan skala yang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk daftar perusahaan industri manufaktur terbesar di indonesia sangatlah banyak baik dari BUMN sendiri maupun swasta. Industri manufaktur bisa dikatakan dengan pabrik namun tidak semunya disebut dengan industri manufaktur. Hal ini perlu untuk bisa membedakan mana industri manufaktur dan mana yang tidak.

Daftar Perusahaan Industri Manufaktur Terbesar Di Indonesia

Berikut ada beberapa daftar perusahaan industri manufkatur terbesar di indonesia baik BUMN maupun swasta. Industri pertanian ini langsung dinaungi oleh pihak BKPM, diantaranya adalah:

Pertama industri rokok, antara lain PT gudang garam tbk, PT djarum tbk, PT wismilak inti makmur tbk dan PT bentoel internasional tbk.

Kedua industri sandal dan sepatu, antara lain: PT primarindo asia infrastucrture tbk dan PT sepatu bata tbk.

Ketiga, industri elektronik antara lain: PT maspion, PT Sony, PT Panasonic, PT Toshiba dan masih banyak yang lainnya.

Keempat, industri makanan dan minuman antara lain: PT indofood sukses makmur tbk, PT Siantar top tbk, PT Multi bintang indonesia Tbk, PT Delta djakarta tbk, PT Nippon indosari corporindo tbk dan masih banyak yang lainnya.

Kelima, industri kimia antara lain: PT indo acitama tbk, PT unggul indah cahaya tbk, PT intan wijaya internasional tbk dan masih banyak yang lain.

Keenam, industri farmasi antara lain: PT Kimia farma tbk, PT indofarma tbk, PT kalbe farma tbk, PT tempo scan pasific tbk, PT merck tbk dan masih banyak yang lainnya.

Ketujuh, industri otomotif antara lain: PT Nipress tbk, PT Astra, PT Suzuki, PT Nisaan, PT hino dan masih banyak yang lainnya.

Kedelapan, industri kosmetik antara lain: PT unilever indonesia tbk, PT martina berto tbk, PT mustika ratu tbk.

Kesembilan, industri semen antara lain: PT semen indonesia tbk, PT holcim indonesia tbk, PT semen baturaja tbk dan PT indocement tunggal perkasa tbk.

Kesepuluh, industri kertas dan pulp antara lain: PT suparna tbk, PT Alkino naratama tbk, PT fajar surya wasesa tbk dan masih banyak yang lainnya.

Skybridge Bakal Tersambung ke Stasiun

Pembangunan jalan layang yang diperuntukan pejalan kaki dan pelapak akhirnya akan terintegrasi dengan Stasiun Tanah Abang. “Ya nanti terintegrasi dengan stasiun,” kata Slamet Riyanto, Manajer Unit Perencanaan PT Pembangunan Sarana Jaya, saat dihubungi Tempo, kemarin.

Slamet menyebutkan Sarana Jaya telah berkomunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia guna membahas integrasi skybridge dengan Stasiun Tanah Abang. Pertemuan kedua perusahaan pelat merah itu berlangsung sekitar tiga pekan yang lalu.

Rapat itu juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Hasilnya, menurut Slamet, PT KAI setuju dengan rencana integrasi. Sebelumnya, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana JayaYoory C. Pinontoan mengungkapkan bahwa desain skybridge tak bersinggungan langsung dengan lahan milik PT KAI.

Yoory mengatakan hal itu sewaktu memaparkan desain skybridge di kantornya pada Juni lalu. Sarana Jaya berencana membangun skybridge sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter. Jembatan di atas Jalan Jatibaru Raya itu akan menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Blok F Pasar Tanah Abang.

Dari desain yang dipaparkan Yorry kala itu, skybridge belum terlihat tersambung ke Stasiun Tanah Abang. Untuk bisa mengakses skybridge, penumpang kereta mesti keluar dulu dari stasiun, lalu masuk melalui ramp dekat pintu keluar stasiun di bawah flyover Jatibaru dan di sekitar Blok G Pasar Tanah Abang.

Menurut Slamet, pembangunan skybridge yang terintegrasi dengan stasiun akan dimulai pada Agustus mendatang.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Oktober tahun ini. “Insya Allah rampung,” ujarnya. Sarana Jaya telah membuka lelang proyek skybridge senilai Rp 35,1 miliar sejak Juni lalu.

Dalam situs lpse. saranajaya.co.id, terpampang 12 perusahaan yang mengikuti lelang pengerjaan proyek. Di antaranya PT Yodya Karya, PT Amarta Karya, dan CV Pelita Putra Utama.

Pemenang lelang, menurut Slamet, akan diumumkan hari ini. Menurut situs yang sama, PT Bina Karya Persero merupakan perusahaan dengan skor tertinggi di antara lima perusahaan yang ikut dalam lelang pengawas pembangunan. Nilai paket lelang konsultan pengawas proyek itu sekitar Rp 900 juta.

Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Agus Komarudin menyatakan PT KAI setuju dengan rencana integrasi stasiun dengan skybridge. Menurut dia, dengan adanya integrasi, arus pergerakan penumpang kereta akan lebih teratur.

Setelah skybridge rampung, Agus menyebutkan, penumpang kereta yang ingin berbelanja bisa langsung menuju pasar Blok G atau F melalui skybridge tanpa mesti tumpah ke jalan.“Ya untuk pengaturan penumpang memang perlu,” tuturnya. Meski begitu, Agus belum bisa menerangkan rencana detail integrasi skybridge dengan stasiun itu.

“Informasi detailnya belum ada” ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengatakan KAI sudah selayaknya setuju dengan rencana integrasi itu. PT KAI bakal diuntungkan lantaran pergerakan penumpang KAI akan lebih teratur.

Adapun pelapak yang sekarang berjualan di Jalan Jatibaru Raya, menurut Andri, akan dipindahkan ke skybridge. Dengan begitu, jalan kendaraan umum yang ditutup Gubernur DKI Anies Baswedan pada Desember tahun lalu itu bisa dibuka lagi.

“Jadi biar sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Andri. O Pedagang kaki lima di depan stasiun Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 7 Juni lalu.